Mesum di Rumah Kosong, ABG Digerebek Massa

Mesum di Rumah Kosong, ABG Digerebek Massa

Memo– Massa menyemut di sebuah rumah kosong di Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur dini hari tadi. Didalam rumah kosong tersebut, warga menemukan seorang pemuda yang bertelanjang dada serta seorang gadis ABG yang dalam kondisi lemas lunglai.

Dari mulut pemuda itu tercium aroma minuman keras yang menyengat. Saat diperiksa petugas, pemuda tersebut mengaku bernama Tatang Subiyanto (24), warga Jalan Ajisaka, Desa/Kec Sumberpucung, Kab Malang.

Kepada penyidik PPA Polres Malang, Tatang mengaku minum sebotol miras merk Stanley campur minuman green soda. Gadis ABG yang bersamanya sempat dicekok’i miras pula oleh tersangka.

“Waktu minum sama Cupang, Da dan Ari, sekitar pukul 22.00. Pertama mau minum di rumah Da, trus ke rumah kosong, ” aku tersangka Tatang. Diceritakan Tatang, setengah teler ia sepakat bersama temannya untuk mengajak abg perempuan yang bisa diajak minum miras.

Cupang, teman Tatang lalu menelepon dan menjemput korban. Korban adalah mantan Cupang. Laju sepeda motor bukan mengarah ke rumah Cu, tapi ke rumah kosong tempat telah menunggu tersangka Tatang dan dua pemuda lain.

“Dia mengaku menyetubuhi korban, setelah korban turut minum miras. Dia mengaku tidak tahu apa yang diperbuat temannya saat mabuk kepada korban, ” terang Kasubaghumas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.

Diterangkan Soleh, aksi mesum tersangka Tatang terbongkar akibat kecurigaan warga ketika mendapati lampu di rumah kosong mendadak padam dan kembali nyala. Bareng lampu padam, suara jeritan korban itulah yang membuat warga curiga.

“Kejadian bersamaan warga bangun akan santap sahur dan melihat kejanggalan, ” cerita Soleh. Menurut Soleh, dalam penggerebekan, informasi perbuatan mesum juga segera disampaikan ke Mapolsek Sumberpucung sehingga anggota Reskrim Polsek langsung mengamankan tersangka.

“Sekarang tersangka disidik lebih lanjut di PPA Polres Malang. Perbuatan asusila ini ditindaklanjuti karena korban masih di bawah usia dewasa, ” terang Soleh kepada wartawan.

Diungkap Soleh, gara-gara menyetubuhi korban di bawah umur, pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak (PPA). Ancamannya minimal 5 tahun kurungan penjara.