Ibu RT & Tukang Kebun Jual Miras

Kamis, 03/04/2014 13:10 WIB
0 Flares 0 Flares ×
f1miras Ibu RT & Tukang Kebun Jual Miras

Minuman keras yang diamankan (dan)

Seorang ibu RT (rumah tangga) berinisial RW (46) warga Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu harus berurusan dengan polisi. Pasalnya ia kedapatan menjual minuman keras berbagai merek tanpa dilengkapi dengan ijin yang berlaku.

Saat Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) menggerebek tokonya, petugas menemukan 29 miras merek MCD, 24 botol stanley, 5 botol mansion, 9 botol vodka dan 11 newport.

Beberapa saat kemudian polisi juga menggerebek rumah seorang tukang kebun berinisial NS, warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 5 botol iceland, 6 botol drum whisky, 19 botol MH Whisky, 7 botol vodka, 14 botol MH Brandy, 33 botol Kuntul dan 22 botol Mc Donald.

Selain menggerebek dua toko tersebut, polisi juga menggerebek 4 toko lain di Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Kasembon.

Di salah satu toko di Kecamatan Pujon, petugas menemukan puluhan botol miras import yang berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

AKP Yantofan mendampingi Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo membenarkan penggerebekan 6 toko yang menjual miras tersebut.

“Operasi miras ini kita laksanakan untuk menjaga stabilitas keamanan selama masa kampanye, toko-toko minuman keras tersebut berada di Kota Batu dan 3 Kecamatan yang ada di wilayah Malang Barat,” ujar Yantofan.

Menurutnya, Polres Batu ingin membuat cipta kondisi aman dan tertib selama masa kampanye. Pasalnya, selama ini hasil dari pantauan petugas, banyak massa yang terlibat dalam kampanye sebelum berangkat minum-minuman keras terlebih dahulu.

Hal ini bisa terlihat dari tindak tanduknya, seseorang minum miras, begitu juga dari bau mulutnya. Yantofan bersyukur selama masa kampanye, wilayah hukum Polres Batu aman terkendali tidak ada insiden.

Menurut Yantofan sedikitnya ada 400 botol miras yang berhasil diamankan dalam operasi ini. Keenam penjual miras tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, mereka memang tidak ditahan namun dikenakan tipiring, sementara barang bukti miras akan dimusnahkan.

“Untuk penjual miras di Kota Batu, karena belum ada perda, kita jerat dengan Permengkes No 58 tahun 1982, sementara penjual yang ada di Pujon, Ngantang dan Kasembon kita jerat dengan perda dan dikenakan tipiring,” paparnya. (dan)

 

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

137 queries 2,272 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×