Formasi Baru, Siapkan Tiga Striker Lubang

Formasi Baru, Siapkan Tiga Striker Lubang | Memo Arema Online

Formasi Baru, Siapkan Tiga Striker Lubang

Selasa, 23/07/2013 10:26 WIB

Di sisa kompetisi Indonesian Super Legaue (ISL) musim ini, Arema Indonesia akan mengusung gaya baru dalam bermain. Sebuah formasi anyar, 4-3-1-2 akan menjadi andalan sang arsitek Rahmad ‘RD’ Dharmawan.

F2 PelatihAremaRahmadDarmawanberdiskusidenganAsistenPelatihnyaJokoGetukSusilosaatlatihandilapanganAbdShaleh Formasi Baru, Siapkan Tiga Striker Lubang

Pelatih Arema, Rahmad Darmawan berdiskusi dengan Asisten Pelatihnya, Joko ‘Getuk’ Susilo saat latihan di lapangan Abdulrachman Saleh

Dalam formasi ini, peran tiga gelandang akan memberikan keseimbangan ketika bertahan ataupun saat menyerang.

Untuk itu, peran pemain di lini tengah tersebut, terus menerus diperbaiki supaya bisa menjadi penyulai bola matang ke barisan depan, dan sekaligus menjadi tembok pertama dalam menahan gempuran.

Namun, yang menjadi perhatian lebih pelatih Arema, Rahmad Dharmawan adalah peran second striker atau penyerang lubang dalam 4-3-1-2.

Usaha percobaan pun sudah dilakukan saat laga uji coba melawan Metro FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (20/7).

RD bahkan menyiapkan tiga pemain Singo Edan untuk menempati posisi di belakang dua striker. Yang pertama, Cristian ‘El Loco’ Gonzales yang selama ini merupakan target man dijajal untuk menempati posisi second striker. Selain El Loco, RD juga menyiagakan Greg Nwokolo dan Joko Sasongko untuk menjadi striker lubang.

Padahal selama ini, Greg lebih banyak dipasang sebagai penyerang sayap dalam formasi 4-3-3, meski tak jarang kapten Arema ini dijadikan target man. Sementara, Joko Sasongko, selama ini lebih sering dipasang sebagai gelandang serang.

“Kami pernah bermain dengan pola hampir sama. Tapi, saat itu tidak bermain dengan formasi 4-3-1-2, tapi dengan 4-3-3,” tuturnya.

Lebih jauh, RD menguraikan, Greg ataupun Gonzales ditempatkan sebagai striker, bisa mengurangi produktifitas gol kedua pemain itu.

Pasalnya, posisi second striker akan menuntut lebih banyak bergerak, ketimbang menunggu suplai bola-bola matang seperti peran target man.

Dia mengatakan, meski ditempatkan sebagai striker lubang peluang mencetak gol tetap terbuka bagi pemain di posisi second striker.

Justru, peran second striker diharapkannya menjadi pemecah kebuntuan bila dua striker Arema kesulitan dalam menceploskan bola ke gawang lawan.

Disamping itu, dengan formasi ini, saat menyerang, tiga pemain di depan bisa beralih fungsi menjadi striker.

“Akan ada mutasi dan berotasi dengan dua striker, karena itu bagian dari sirkulasi,” bebernya.

 

 

(diy)

 

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

66 queries 0,888 seconds

Back to Top