Tahun ini Tol Pandaan – Malang Dibangun

Rabu, 26/06/2013 12:53 WIB
0 Flares 0 Flares ×

PembangunanTolMalang Pandaan Tahun ini Tol Pandaan – Malang DibangunMemo – Rencana pemerintah membangun jalan tol Pandaan – Malang 2013 ini, sepertinya bakal terwujud. Kepala Bappeda Kabupaten Malang Dr. Nehruddin menjelaskan, bila program ini terlaksana, maka kemacetan lalulintas yang sering terjadi di jalur Lawang – Malang, dapat terurai.

Menurut Nehruddin, kalau semua lancar, dalam tempo tiga tahun, proyek berskala nasional ini sudah selesai, sehingga tol Pandaan – Malang sudah bisa dilalui.

“Ya, pembangunan jalan tol Pandaan – Malang akan direalisasikan 2013. Bila jalan ini selesai dibangun, maka beban jalan yang menghubungkan Lawang – Karanglo – Malang akan segera terkurangi,” katanya, kemarin.

“Kemudian, untuk jangka panjang, sudah ada rencana pembangunan jalur lingkar timur (jalitim) dari Lawang keluar Turen kemudian tembus jalur lingkar selatan (JLS),” imbuhnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Kabupaten Malang ini, adanya tol ini akan sangat membantu kepadatan lalulintas di jalur Lawang – Karanglo. Sebab, saat ini, setiap liburan termasuk Sabtu dan Minggu jalur satu-satunya dari arah Surabaya ke Malang ini, sangat padat. Apalagi bila libur panjang, seperti Idul Fitri atau Idul Adha. “Bila semua berjalan lancar, dalam tempo tiga tahun sudah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang menyambut positip rencana pemerintah pusat melanjutkan program pembangunan jalan tol Pandaan – Malang. Bahkan untuk menjamin kelancaran program nasional ini, Bupati Malang Rendra Kresna menjamin tidak akan ada perpindahan kepemilikan lahan. Tidak hanya itu. Kabupaten Malang juga sudah mengusulkan agar jalan tol ini masuk ke dalam buku biru Bappenas.

Setelah masuk ke dalam buku biru Bappenas, selanjutnya akan dilakukan pembebasan lahan. “Selain sumber Krabayakan, Kabupaten Malang juga mengusulkan jalan tol Pandaan – Malang masuk ke dalam buku biru Bappenas. Dalam waktu dekat akan dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol ini,” kata Bupati Malang Rendra Kresna, belum lama ini.

Dia menambahkan, untuk Kabupaten Malang, jalan tol ini akan melintasi 12 desa yang menyebar di 3 kecamatan, terdiri dari Lawang, Singosari dan Pakis. Semua berada di Malang timur. Panjang jalan tol yang melintas di wilayah Kabupaten Malang sekitar 27 Km, lebar kurang lebih 60 meter. “Sesuai harapan dari pemerintah pusat, saya jamin tidak ada peralihan hak atas tanah atau transaksi jual beli tanah di atas lahan tol tersebut,” katanya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, dari hasil sosialisasi rencana pengadaan tanah jalan tol Pandaan – Malang di Surabaya beberapa waktu lalu, diketahui bahwa panjang jalan tol Pandaan – Malang 37,62 Km, jumlah lajur 2 X 3 lajur, lebar 3,6 meter, lebar rumija 60 meter.

Prakiraan biaya pengadaan tanah Rp 293.200.000.000, biaya konstruksi Rp 1.470.000.000.000 dan biaya investasi Rp 2.527.590.000.000. Pengadaan tanah untuk jalan tol akan dimulai pada tahun anggaran 2011 dengan menggunakan dana APBN, dan akan dialokasikan Rp 315.000.000.000. Dana ini dipakai untuk pengadaan tanah ruas jalan tol di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Pada Januari 2011 dana ini akan segera diterbitkan DIPA.

Khusus untuk Jawa Timur, alokasi dananya digunakan untuk ruas jalan tol Pandaan – Malang, karena secara teknis sangat dibutuhkan. Menurut Dr. Nehruddin, pelaksanaannya terbagi dalam beberapa tahap, yakni fase I ruas Malang – Purwodadi sepanjang 23,5 Km dan fase II ruas Purwodadi – Pandaan sepanjang 14,1 Km.

Dalam proses pengadaan tanah jalan tol, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) bukan sebagai pengendali, tapi sebagai koordinasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN), Menteri Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah (gubernur, walikota, bupati) serta diperlukan kesepakatan harga dengan menggunakan jasa pihak appraisal. Jadi tidak hanya berpatokan pada NJOP (nilai jual obyek pajak).

Agar proses ini dapat segera terlaksana, masih kata mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang ini, pemerintah daerah membentuk Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Dalam hal ini sekretaris daerah sebagai ketua dan pejabat eselon II sebagai wakil ketua dan Kepala Kantor Pertanahan sebagai sekretaris.

 

 

(rsm)

 

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

202 queries 1,420 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×