Warga Graha Dewata Demo BRI

Selasa, 24/09/2013 11:13 WIB
0 Flares 0 Flares ×
f1 bri 1 Warga Graha Dewata Demo BRI

Warga Graha Dewata Demo BRI. (gie)

Memo — Puluhan warga Perum Graha Dewata Estate, Senin (23/9) sekitar pukul 10.00, melakukan aksi demo di depan gedung BRI Jl Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Mereka membawa spanduk bertuliskan dugaan gratifikasi pejabat BRI. Yakni dugaan terindikasi menerima gratifikasi dari PT Dewata Abdi Nusa (PT DAN) milik Drs Dewa Putu R Wibawa . Bahkan dalam tulisan itu disebutkan lebih dari 10 orang BRI yang menerima Gratifikasi.

Menurut keterangan Abdul Azis, direktur eksekutif LSM Lingkar Study Wacana Indonesia, yang juga warga Perum Graha Dewata, dalam releasenya meminta pengusutan dugaan gratifikasi pejabat BRI.

Ditengah kasus penyandaraan 125 sertifikat rumah warga Perum Dewata oleh BRI, kami menemukan data yang cukup mengejutkan. Ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh pejabat BRI, seperti menerima tanah seluas 7000 m2 dari PT DAN. Dugaan korupsi itu terjadi antara Tahun 2004 hingga Tahun 2010,” ujar Azis, saat menjadi korlap aksi demo kemarin.

Pada tahun itu, adalah masa pengucuran dana kontruksi dari BRI untuk PT DAN sebesar Rp 22 Milyard dengan jaminan 125 sertifikat rumah warga. “BRI Tidak hanya menyandra 125 sertifikat rumah warga yang sudah lunas 5 hingga 8 tahun lalu. Kini warga semakin dirugikan dengan keluarnya putusan pailit PT DAN. Tak hanya itu, 2 pekan lalu, dalam memberikan jawaban tertulis atas gugatan perlawanan warga di Pengadilan Negeri Niaga Surabaya, cukup merugikan warga. BRI melalui legal officer BRI Kanwil Malang, Gusman Aresha, malah menegaskan kalau proses jual beli rumah warga dengan PT DAN tidak sah dan merupakan pembelian melawan hukum. Inilah kejahatan BRI,” ujar Azis lagi.

Dalam demo itu, warga meminta supaya pihak berwajib mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan pejabat BRI. Warga juga menegaskan bahwa proses jual beli rumah warga sah menurut hukum. Menyatakan bahwa BRI tidak berhak menilai legalitas pembelian rumah warga. “Warga menginginkan sertifikatnya dikembalikan. Bukan uang sisa lelang. Warga akan melawan kewenang-wenangan BRI sampai titik darah penghabisan,” ujar Azis.

Saat demo tersebut, warga bersama kuasa hukumnya yakni Gunadi Handoko SH dan Subur SH, akhirnya berhasil audiensi bersama pihak BRI. Yakni Gusman Aresha, Legal Officer BRI Kanwil Malang dan Sulaeman Tahe, pimpinan BRI Kawi. Dalam pertemuan itu, keduanya menjadi bulan-bulanan pertanyaan warga yang meminta sertifikatnya kembali. Namun keduanya tidak bisa memberikan keputusan dan berjanji akan mendatangkan pihak direksi dari kantor pusat, paling lambat minggu ke 3 di bulan Oktober.

Menurut keterangan Sulaeman Tahe, bahwa terkait dugaan Gratifikasi itu, pihaknya sudah mendapat informasi, namun belum tahu kebenarannya. “Kita belum tahu. Kita tahu saat disampaikan oleh warga tadi. Memang ada informasi, tapi benar tidaknya belum tahu. Kita lihat dulu, masih ada proses internal. Kalau masalah sertifikat ada beberapa yang disini. Namanya masih PT DAN, jadi kita tidak tahu miliknya siapa saja,” ujar Sulaeman.

Gunadi Handoko SH, kuasa hukum dari 13 warga Perum Graha Dewata, mengatakan bahwa kalau memang dugaan gratifikasi ini betul, maka akan menindaklanjuti ke kepolisian, KPK dan kejaksaan. “Kalau temuan dugaan gratifikasi ini betul, maka kami akan menindaklanjuti ke Kejaksaan, kepolisian dan KPK,” ujar Gunadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Drs Dewa Putu Raka Wibawa, Direktur Utama PT Dewata Abdi Nusa, pengembang Perum Graha Dewata, resmi dijadikan tersangka pada Jumat (26/4) siang lalu di Polres Malang Kota. Putu sudah menikmati hidup dibalik jeruji besi POlres Malang Kota terkait aksi penipuan dan pengelapan yang telah dilakukannya.

Modus yang dilakukan oleh Dewa Putu yakni sebagai pengembang Perum Garaha Dewata. Seharusnya si pembeli rumah mendapat sertifikat usai melunasi pembayaran. Namun kenyataanya, sertifikat itu digadaikan. Bahkan korbannya mencapai 125 costumer Graha Dewata.

 

Penulis : Gumilang
Editor : Muhammad Dhani

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

202 queries 1,241 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×