Featured

Polisi Jadi Korban Tabrak Lari

Polisi Jadi Korban Tabrak LariMemo- Berhati-hatilah bila mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya saat bersilaturahmi kepada keluarga. Selasa (6/8/2013) jalan raya kembali menelan korban jiwa.

Kali ini korbannya adalah seorang polisi yang sedang melaksanakan Ops Ketupat Pantura 2013. Akun facebook Mabes Polri mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Brigadir Kasimir Mbata, Anggota Den B Sat III Pelopo Korps Brimob Polri.

”Beliau menjadi korban tabrak lari pada saat melaksanakan tugas Ops Ketupat Pantura 2013. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan YME dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” begitu bunyi ucapan berduka cita Mabes Polri.

Dalam akun yang sama, Mabes Polri mengingatkan pengendara yang melalui jalur Pantura. ”Pantura memang mulai sepi mitra humas, namun demikian kami menghimbau para pemudik untuk tidak memanfaatkannya dengan berkendara dalam kecepatan tinggi, sangat berbahaya mitra humas. Tetap gunakan kecepatan aman sehingga mitra humas bisa dengan mudah mengendalikan kendaraanya. Beristirahatlah jika mulai mengantuk, jangan memaksakan diri, berbahaya,” pesan polisi kepada pengguna jalan.

Selama berlangsungnya arus mudik hingga H-4, kepolisian mencatat telah terjadi kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan sebanyak 119 orang.

”Angka kecelakaan lalu lintas sejak H-6 selalu mengalami peningkatan. Pada saat H-6, jumlah kecelakaan lalu lintas hanya sebanyak 99 kasus, H-5 224 kasus, dan H-4, 243 kasus. Ini jelas mengalami kenaikan hingga 10,8 persen,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie di Mabes Polri, Senin, (5/8/2013).

Peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas tersebut menyebabkan ratusan pemudik mengalami luka ringan, luka berat sampai meninggal dunia. Dari data kecelakaan pada H-6, H-5 dan H-4, Polri mencatat sebanyak 119 orang tewas di jalan raya.

Mesum di Rumah Kosong, ABG Digerebek Massa

Mesum di Rumah Kosong, ABG Digerebek Massa

Memo– Massa menyemut di sebuah rumah kosong di Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur dini hari tadi. Didalam rumah kosong tersebut, warga menemukan seorang pemuda yang bertelanjang dada serta seorang gadis ABG yang dalam kondisi lemas lunglai.

Dari mulut pemuda itu tercium aroma minuman keras yang menyengat. Saat diperiksa petugas, pemuda tersebut mengaku bernama Tatang Subiyanto (24), warga Jalan Ajisaka, Desa/Kec Sumberpucung, Kab Malang.

Kepada penyidik PPA Polres Malang, Tatang mengaku minum sebotol miras merk Stanley campur minuman green soda. Gadis ABG yang bersamanya sempat dicekok’i miras pula oleh tersangka.

“Waktu minum sama Cupang, Da dan Ari, sekitar pukul 22.00. Pertama mau minum di rumah Da, trus ke rumah kosong, ” aku tersangka Tatang. Diceritakan Tatang, setengah teler ia sepakat bersama temannya untuk mengajak abg perempuan yang bisa diajak minum miras.

Cupang, teman Tatang lalu menelepon dan menjemput korban. Korban adalah mantan Cupang. Laju sepeda motor bukan mengarah ke rumah Cu, tapi ke rumah kosong tempat telah menunggu tersangka Tatang dan dua pemuda lain.

“Dia mengaku menyetubuhi korban, setelah korban turut minum miras. Dia mengaku tidak tahu apa yang diperbuat temannya saat mabuk kepada korban, ” terang Kasubaghumas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.

Diterangkan Soleh, aksi mesum tersangka Tatang terbongkar akibat kecurigaan warga ketika mendapati lampu di rumah kosong mendadak padam dan kembali nyala. Bareng lampu padam, suara jeritan korban itulah yang membuat warga curiga.

“Kejadian bersamaan warga bangun akan santap sahur dan melihat kejanggalan, ” cerita Soleh. Menurut Soleh, dalam penggerebekan, informasi perbuatan mesum juga segera disampaikan ke Mapolsek Sumberpucung sehingga anggota Reskrim Polsek langsung mengamankan tersangka.

“Sekarang tersangka disidik lebih lanjut di PPA Polres Malang. Perbuatan asusila ini ditindaklanjuti karena korban masih di bawah usia dewasa, ” terang Soleh kepada wartawan.

Diungkap Soleh, gara-gara menyetubuhi korban di bawah umur, pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak (PPA). Ancamannya minimal 5 tahun kurungan penjara.

Kembang 2 Kali Jadi Korban

Kembang 2 Kali Jadi KorbanMemo– Informasi didapat Memo, Kembang tidak kali pertama menjadi korban asusila. Kembang, aslinya warga Kepanjen, adalah salah satu siswi SMK seputaran Kab Malang. Beberapa bulan silam, korban pernah juga melaporkan aksi asusila seorang pemuda kenalan barunya.

Memang, minuman keras kadang menjadi perusuh akal sehat pemuda. Akibat teler dipengaruhi alkohol, alam bawah sadarnya menjadi nekat untuk berbuat ofensif. “Orang yang minum alkohol, kecenderungan berbuat agresif dan tidak bisa berpikir jernih, ” urai Ipda Soleh Mas’udi, Kasubaghumas Polres Malang.

Seperti diceritakan tersangka Tatang, dirinya minum miras sampai pukul 23.00. Ia pun mengaku menawari korban untuk menenggak miras. Selepas itu, tiga teman Tatang pulang meninggalkan Tatang di rumah kosong. Berduaan dengan seorang cewek, membuat tersangka Tatang berpikiran mesum, terlebih masih teler.

Padamnya lampu di rumah kosong itulah pertanda kesengajaan Tatang agar aksi mesumnya tidak terlihat warga sekitar. Sementara korban sudah kadung lemas akibat miras sehingga tidak berdaya cengkeraman tersangka.

Ujung-ujungnya, kekeliruan memilih teman menjadi pemicu Kembang mengalami musibah. Ia digagahi tersangka Tatang. Beruntung jeritan korban terdengar warga.

Pada interogasi awal di Polsek Sumberpucung, tersangka mengaku jika teman-temannya terlibat aksi mesum. Seperti disampaikan Kapolsek Sumberpucung, AKP Budi Hariyanto, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK. “Dia saat diperiksa mengaku sekali. Korban disetubuhi empat pelaku, ” ungkap Budi dalam sambungan ponsel.