Wartawati Diserang 2 Lelaki

Jumat, 11/01/2013 10:58 WIB
0 Flares 0 Flares ×

Memo – Ira Ravika (33) wartawan Malang Post, asal Banyuwangi, Rabu (9/1/2013) sekitar pukul 14.00, menjadi korban premanisme. Motor Shogun yang dikendarai wartawati berambut pendek ini ditendang 2 lelaki tak dikenal yang mengendarai motor Kawasaki Ninja warna hitam saat melintas di Jl Raya Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jika dilihat dari aksi tersebut, sepertinya Ira sudah diincar oleh para pelaku. Mereka tidak ingin merampas tas atau barang milik Ira. Dikarenakan setelah Ira terjatuh dari motor, pelaku sempat melihatnya dari atas motor lalu kabur dengan kecepatan tinggi.

Ulah itu, nampak jika pelaku membuat alibi seolah-olah Ira terjatuh akibat tabrak lari. Akibat dari kejadian itu, Ira menderita retak di tangan kanan dan kedua kakinya luka-luka lecet berdarah.

Menurut Ira, usai melakukan peliputan demo di PN Malang, dia diajak makan-makan oleh 2 perwira Polres Malang Kota. Dia makan-makan di kawasan Jl Sukarno-Hatta. “Saya ingin ngajak teman wartawan lain, tapi katanya tidak usah. Setelah makan dan ngobrol, saya sempat ditanya apakah sudah mengetahui jalan-jalan pintas di Kota Malang,” ujar Ira.

Ira kemudian melajukan motornya berencana menuju ke Polres Malang Kota. Namun saat melintas di Jl BS Riadi, Ira sempat ditendang oleh pelaku. Namun dia bisa mengontrol laju motornya. “Saat ditendang pertama, saya kira hanya senggolan,” ujar Ira.

Namun sekitar 200 meter, dia kembali ditendang oleh pelaku. “Saya sama sekali tidak mendengar ada suara motor yang memepet saya. Tiba-tiba saja motor saya ditendang lagi oleh pelaku,” ujar Ira. Tendangan pelaku kali ini cukup kuat hingga membuat Ira tidak bisa mengendalikan laju motornya. Dia kemudian terjatuh di pinggir jalan. Beruntung saat itu, tubuhnya tidak sampai masuk ke selokan.

“Saya sempat melihat pelaku menoleh ke arah saya. Pelaku yang ada di boncengan kemudian menyuruh temannya dengan menepuk pundak. Mereka langsung kabur,” ujar Ira. Saat itu, warga sendiri sempat mengira Ira sebagai korban tabrak lari. Warga kemudian memberikan pertolongan kepada Ira. Tak lama kemudian Ira berhasil menghubungi pihak kantornya hingga dia pun dibawa ke IGD RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebelumnya, Sabtu (5/1/2013) kemarin, Ira sempat mendapat 2 SMS teror dari orang tak dikenal. Diduga teror itu terkait masalah pemberitaan. Teror itu berisi ancaman. Namun saat nomer itu dihubungi, sudah tidak aktif.
”Kita tidak akan menuduh siapa pun tanpa ada bukti. Bagi kami yang penting kasus ini sudah kami laporkan ke polisi,” tegas Sunavip Ra Indrata, Pimred Malang Post. Sekitar pukul 19.00, saat dihubungi oleh Memo, Ira sendiri masih menjalani pemeriksaan di ruang reskrim Polres Malang Kota terkait kejadian yang dialaminya. (gie)

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

208 queries 1,626 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×