Oknum Komnas PKPU Dibui

Senin, 20/05/2013 18:33 WIB
0 Flares 0 Flares ×

f1 penadah3 Oknum Komnas PKPU Dibui
 

Memo — Rosidi (40) warga Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang mengaku sebagai anggota Komnas PKPU (Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha), hingga kemarin masih menjalani hari-harinya di balik jeruji besi Polres Malang Kota.
 

Dia sendiri ditangkap anggota TCC (Team Crime Cruiser) Polres Malang Kota pada 16 April lalu di kawasan Pasar Dampit, Kabupaten Malang. Terkait aksi penadahan 2 mobil yakni mobil Toyota Avanza nopol N 1358 A yang sudah dirubah P 350 MA dan mobil Daihatsu Xenia nopol N 805 DK.
 

Kasus ini sendiri baru digelar pada Minggu (19/5/2013) siang, dikarenakan Rosidi melalui kuasa hukumnya telah melakukan pra peradilan di PN Malang. Seminggu lalu, Gugatan Pra Peradilan-nya tidak dapat diterima hakim, karena langkah penyidik Polres Malang Kota sudah benar.
 

Informasi Memo menyebutkan, kasus ini bermula dari penggelapan Toyota Avanza N 1358 A yang dilakukan oleh 2 pelaku berinisial IS dan AE. Bermula saat IS dan AE menyewa mobil itu selama 2 hari pada 25 Desember sampai 27 Desember 2012, di kawasan Pondok Blimbing Indah, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
 

Ternyata hingga jatuh tempo, mobil tak juga dikembalikan hingga beberapa hari kemudian si pemilik rental mengetahui keberadaan mobil itu melalui GPS. Mobil itu diketahui berada di kawasan Turen, Kabupaten Malang.
 

Mobil itu kemudian dihentikan oleh korban saat berada di kawasan Turen. Saat itu mobil sudah dikuasai oleh Rosidi. Saat diminta oleh korban, sempat terjadi percekcokan hingga nyaris berbuntut perkelahian. Saat itu sempat dimediasi oleh petugas Polsek Turen hingga disepakati mobil itu tetap dibawa oleh Rosidi.
 

Pada awal Januari lalu, korban akhirnya melapor ke Polres Malang Kota. Atas laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap IS dan AE. Dari keterangan keduanya itu, ternyata mobil tersebut digadaikan ke Rosidi seharga Rp 20 juta.
 

Beberapa hari kemudian melalui GPS mobil itu kembali terlacak mobil itu diketahui oleh korban dikawasan Kabupaten Malang. saat itu mobil sudah dikuasai oleh MR. Dari keterangan MR itu bahwa mobil dibeli dari Rosidi. Yakni sudah dibayar Rp 25 juta dan sisanya akan dibayar jika BPKB diserahkan.
 

Karena ingin mobilnya kembali, korban dengan terpaksa menebus mobil itu sebesar Rp 25 juta. Sejak saat itu, Rosidi menjadi DPO Polres Malang Kota terkait sebagai penadah mobil hasil kejahatan.
 

Pada 16 April 2013, Tim TCC Polres Malang Kota akhirnya berhasil menemukan Rosidi di Pasar Dampit, Kabupaten Malang. Saat hendak diminta ikut ke Mapolr Malang Kota, Rosidi bahkan sempat melakukan perlawanan hingga terpaksa dilakukan pengejaran dan ditangkap.
 

Saat itu, mobil Xenia Nopol N 805 DK dibawanya di Pasar dampit, juga dibawa ke Mapolres Malang Kota. Saat itu, istri Rosidi ikut datang ke Polres Malang Kota. Petugas Polres Malang kemudian melakukan pemeriksaan pada mobil Xenia Nopol N 805 DK itu. Ternyata mobil Xenia itu adalah hasil kejahatan vidusia yang sudah dilaporkan ke Polda. LP vidusia itu sudah dilimpahkan ke POlres Malang Kota pada 17 September 2012.
 

Karena mobil xenia itu hasil kejahatan, maka langsung disita oleh petugas sebagai barang bukti. Dari sinilah pihak kuasa hukum Rosidi akhirnya mempra Kasat Reskrim AKP Arief Kristanto SH SIK ke PN Malang. Dari hasil persidangan di PN Malang, sekitar bebera hari lalu, upaya Pra peradilan dari permohonan tersangka Rosidi tidak dapat diterima. Atau dengan kata lain dimenangkan oleh pihak Polres Malang Kota.
 

Untuk mobil Xenia itu, petugas Polres Malang Kota masih melakukan pengembangan. Yakni untuk mencari pelaku utamanya yakni berinisial A yang hingga kini masih buron. Nantinya untuk mengetahui bagaimana mobil itu dari tangan A sampai bisa ke tangan Rosidi.
 

Menurut keterangan Rosidi, bahwa untuk mobil Xenia itu sudah 2 tahun dititipkan kepadanya. “Saya Komnas PKPU bagian Finance. Mobil ini adalah titipan dari konsumen sejak 2 tahun lalu karena orangnya punya masalah. Nantinya akan diselesaikan kalau masalahnya selesai. Selama ini mobil ini tidak diambil oleh si konsumen,” ujar Rosidi. Tentunya petugas sudah tidak asing dengan Rosadi dikarenakan pada 2009 lalu, dia pernah ditangkap terkait aksi judi.
 

Kapolres Malang Kota AKBP Teddy Minahasa Putra SH SIK melalui Kasubag Humas AKP Dwiko Gunawan SH mengatakan bahwa tersangka RSD (Rosidi) dikenakan Pasal 480 KUHP. “Tersangka kita kenakan Pasal 480 KUHP. Dari keterangan IS dan AE yang sebelumnya kita tangkap, mengadaikan mobil Avanza sebesar Rp 20 juta kepada RSD. Namun oleh RSD mobil itu
dilempar ke orang lain sebesar Rp 25 juta. Dalam hal ini dia mengambil keuntungan sebesar Rp 5 juta. sedangkan untuk mobil Xenia, masih dalam pengembangan petugas. Kita sudah menerima pelipahan laporannya dari Polda Jatim. Kita masih melakukan pengembangan. Bagi masyarakat kalau ada yang merasa dirugikan oleh tersangka bisa melapor ke Polres Malang
Kota,” ujar AKP Dwiko.
 

(gie)
 

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

148 queries 6,096 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×