Kasus Pembunuhan Banyak yang Belum Terungkap

Sabtu, 23/11/2013 15:53 WIB
0 Flares 0 Flares ×

Memo — Tiap tahun selalu saja ada pembunuhan di Kabupaten Malang, terutama di Malang Selatan. Berdasarkan catatan Memo, ada yang ditindaklanjuti serius hingga pelaku dapat ditangkap pihak kepolisian, ada pelaku yang keburu kabur, ada pula penyelidikan buntu atau kalah dengan waktu sehingga “terlupakan”.

Tergelitik kemudian, saat seseorang menanyakan perkembangan kasusnya. Faktanya, sejak Januari – tengah tahun berlangsung sejumlah pembunuhan. Jumlahnya meningkat? Penyelidikan mandeg? Jadi pertanyaan kemudian, siapa perlu mengingat kembali dan bersikap serius terhadap kasus-kasus misterius itu.

Perlu diacungi jempol keseriusan pihak kepolisian mengungkap sejumlah kasus menonjol ini. Beberapa tergolong ringan karena pelaku menyerahkan diri. Seperti yang kali pertama terjadi pada Sabtu 12 Januari berlokasi di Ngajum. PR (60 tahun lebih) yang sakit hati terhadap Widodo (30) kerabatnya, kemudian menyerahkan diri ke seorang perangkat desa atas pembunuhan. Latar pembunuhan ini akibat sakit hati persoalan tanah.

Beda lagi bobot penyelidikan yang membuat Polres Malang dan Polsek Kepanjen musti “begadangan” guna mengungkap kasus pembunuhan hari Minggu 10 Maret silam atas temuan jenasah dikubur dengan posisi mencurigakan di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Korban mulanya tanpa identitas akhirnya diketahui bernama Nuryanti (40) janda dua anak warga JL KH Hasyim Asyari RT01/RW02, Kel Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

f1 338 13 Kasus Pembunuhan Banyak yang Belum Terungkap

Kasus Asmara Bantur, pelaku ditangkap 10 Maret 2013.

SHP (47) dibekuk petugas kurang dari dua minggu termasuk menyita sejumlah alat bukti. Latar belakang pembunuhan itu tidak lain persoalan asmara. Meski pelaku mengaburkan jejak, polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku.

Pihak kepolisian kembali direpotkan lagi dan musti berpikir keras pada Rabu 27 Maret silam di jurang pegunungan Ringgit, Dusun Ngandeng, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pertama jenasah Cahyani Elis Susanti (16) warga Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ditemukan dan seminggu kemudian giliran jenasah Handoko.

Jadi pertanyaan kemudian, bagaimana sepeda motor korban amblas namun ponsel Handoko ditemukan terselip di saku celana. Sempat dugaan mengarah ke Handoko dan termentahkan saat ditemukan jenasahnya hanya berjarak 2 kilometer saja dari lokasi temuan jenasah Cahyani. Kasus pembunuhan dua anak di bawah umur ini buntu alias mandeg.

Tengah April sempat pula terjadi pembunuhan akibat aksi spontan terpengaruh minuman keras di pagelaran orkes dangdut di Desa Sukoanyar, KEcamatan Wajak, Kabupaten Malang. Malam itu, pelaku asal Desa/Kecamatan Tajinan segera diamankan anggota Reskrim dan Intel Polsek Wajak. Tanpa kesulitan petugas menyidik kasus ini.

Giliran Senin 10 Juni, kekerasan dalam rumah tangga berujung kematian terjadi di Desa Kebonagung, Kecamatan pakisaji, Kabupaten Malang. Pelaku menyerahkan diri ke Pos Lantas Pakisaji. Latar belakang penganiayaan berujung terbunuhnya Ibu tiga anak itu berlatar cemburu buta pelaku. Korban meninggal dunia akibat disiram bensin pelaku.

f1 BUNUH 4 a Kasus Pembunuhan Banyak yang Belum Terungkap

Foto Niwan, korban Pringgondani Bantur, 12 Agustus 2012.

Nah, bagaimana dengan beberapa tahun sebelum 2013? Sejumlah kasus seolah “terlupakan”. Diantaranya kasus pembunuhan di Desa Pringgondani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang (Agustus 2012), pembunuhan di tengah hutan Dusun Banjarsari, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang (Juni 2012), Pembunuhan di warga Dusun Krajan RT01/RW03, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang (Januari 2012).

Sabtu, 7 Januari 2012, M Ansori (30) warga Dusun Krajan RT01/RW03, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang tewas mengenaskan akibat hantaman benda tumpul. Pelaku diduga berinisial IDR (38) kakak iparnya sendiri dengan berlatar pembagian lahan tanah. Sempat dikepung petugas dan warga, IDR berhasil melarikan diri melewati areal persawahan.

f1 338 Kasus Pembunuhan Banyak yang Belum Terungkap

Petugas olah TKP di Ngajum, 7 Januari 2012.

Minggu, 12 Agustus 2012 gempar lingkungan Dusun Krajan RT03/RW01, Desa Pringgondani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Niwan (58) meninggal dunia dengan kondisi luka bacok di kursi ruang tamu. Pelaku seolah menjadi rampok dengan menanyakan ternak sapi sebelum menghabisi nyawa korban. Masih misterius identitas pelaku ini yang mudah saja melewati pemukiman seolah mengenal lokasi desa setempat.

f1 338 10 Kasus Pembunuhan Banyak yang Belum Terungkap

Jenasah korban pembunuhan Sindurejo Gedangan, 2 Juni 2012. (foto:oso/dok)

Paling mengenaskan terjadi pada Sabtu 2 Juni 2012 menimpa wanita pencari rumput di tengah hutan Dusun Banjarsari, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Sugiatin (40) warga RT 30/ RW03, sekitar pukul 16.00 tergeletak diantara semak-semak. Pakaian bagian bawah tanggal. Ia terluka bacok bagian kepala. Perkembangan terakhir, pihak kepolisian mencurigai seorang warga yang mendadak hilang entah kemana sehari usai kejadian.

Lalu bagaimana dengan tahun 2011 dan tahun sebelumnya? Sejumlah kasus pembunuhan ini seolah “terlupakan” dan jadi kenangan duka bagi keluarga korban. Seperti kasus pembunuhan memakai air keras yang berlatar kekerasan dalam rumah tangga di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang; penusukan berlatar dendam di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pembunuhan seorang bocah beranting di Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dan kasus-kasus lainnya yang masih jadi misteri, atau kenangan.

 

Penulis : Santoso
Editor : Dhani

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

221 queries 1,998 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×