Kades Saptorenggo Pakis Dibui

Sabtu, 22/06/2013 11:35 WIB
0 Flares 0 Flares ×
F1Suhartono Kades Saptorenggo Pakis Dibui

Tersangka Suhartono (Oso)

Memo – Berakhir masa jabatannya pada Desember 2013, Suhartono (53), Kepala Dades (Kades) Saptorenggo, Kecamatan Pakis, justru menginap di hotel prodeo Polres Malang, sejak Kamis (20/6/2013) siang.

Adik kandung Suhadi, mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang ini jadi tersangka kasus dugaan penipuan. Ia dilaporkan Abdul Kamid, seorang penyewa tanah yang merasa rugi puluhan juta rupiah.

Dalam rilis pers kemarin sore, Suhartono membantah dirinya menipu puluhan juta rupiah. Melainkan hanya Rp 17,5 juta yang digenapkan menjadi Rp 20 juta.

Bapak dua anak itu mengaku telah berusaha menyelesaikan perkara itu dan berupaya mengembalikan uang kepada korban. “Saya bukan ditangkap. Saya ditahan setelah penuhi panggilan kali ketiga, ” ungkap Suhartono.

Menurut Suhartono perkara sewa- menyewa tanah bermula pada tahun 2008 silam. Lahan garapan tanah bengkok seluas 1 hektar disewa Abah Amin Suparno. Kesepakatan sewa selama 3 tahunan, antara 2008-20011. “Ada bukti kuitansinya, ” aku tersangka kepada Ipda Soleh Mas’udi, Kasubaghumas Polres Malang.

Di suatu hari datang Abdul Kamid, penyewa asal Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. Kepada Suhartono. Kamid menyewa lahan garapan dengan sewa senilai Rp 17,5 juta. “Dia berani nunggu. Ya saya sewakan. Di desa biasanya seperti itu. Lahan itu masih digarap Pak Parno, ” ujar tersangka Suhartono.

Menurut Suhartono, Abah Parno tidak memperpanjang usai garapan. Bersamaan sisa waktu garapan, disebut Suhartono jika Kamid kemudian mengerjakan lahan. “Pak Kamid mbrujul. Lalu ada rame-rame pertama itu. Saya lalu pertemukan, damaikan di balai desa. Saya sepakat juga mengembalikannya genap Rp 20 juta. Waktunya dua minggu, ” urai Suhartono.

Diakui Suhartono, ia sendiri mau mengembalikan uang sewa tapi tidak kunjung bertemu korban. Kian hari, uang tersebut mulai “surut” alias habis. Uang belasan juta disebut Suhartono habis dipakai operasional desa dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Saya mau kembalikan, sudah dilaporkan dulu. Uangnya saya pakai beli kebutuhan sehari-hari. Ada juga buat operasional di desa, ” jelas Suhartono.

Tersangka yang menjabat satu periode masa bakti selama 2007-2013 sebagai Kades Saptorenggo itu kemudian mengetahui bila korban melaporkan kasus pada Desember 2012. Seorang warga turut pula membantu penyelesaian dengan membayar uang ke Abah Parno. “Terakhir sudah ada penyelesaian bersama Pak Madrani, ” sebut tersangka yang dalam perkara itu didampingi kuasa hukum bernama Tito Sumarsono, SH.

Kepada wartawan, Kasubaghumas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, SIK, menjelaskan bahwa kasus Suhartono terkait laporan korban atas dugaan pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Korban rugi belasan juta. Korban menyewa tanah, namun kemudian oleh tersangka sudah disewakan lebih dulu ke orang lain dan masa sewanya belum usai, ” terang Soleh Mas’udi.

 

 

(oso)

 

0 comments

DAFTAR ISI | CONTACT US | REDAKSI | PRIVACY POLICY | TERM OF USE | DISCLAIMER

Copyright ©2014 MEMOAREMA.COM

206 queries 1,182 seconds

Back to Top

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 StumbleUpon 0 LinkedIn 0 Email -- 0 Flares ×